Misteri Supranatural Kulit Kijang / Handalam

Posted by amulet | Benda Bertuah | Friday 14 June 2013 3:01 am

Naga Ulit Naga Umbang
Teguh di kulit sampai ke tulang
Besi Kuning pasak awak ku
Kulit Kijang Putih jubahku
Siapa yang berani menantangku
Terkena Petir meledak Guntur
Zulfaqar Ajal Maut

 Royal Cervidae by Philip Brunner Collaboration with Taurean Bryant.

 Tulisan  ini disarikan daripada postingan thread saya di forum supranatural kaskus 

http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015243004/misteri-supranatural-kulit-kijang—handalam/1
oleh karena itu mohon maaf jika terjadi kejanggalan dalam  ketidaknyamanan membaca tulisan yang terlihat seperti loncat dan kadang tulisan itu ialah menjawab pertanyaan dari para kaskuser. semoga maklum dan semoga dapat memahami inti dari penyampaian tulisan tesebut.

 source: newworldencyclopedia.org/File:Maler_der_Grabkammer_des_Amenemh%C3%AAt_003.jpg

Kita menggunakan kulit kijang dan Handalam sebagai piranti supranatural, mengapa kulit kijang, apa itu handalam , dan marilah kita simak , apa dan bagaimana sampai terjadinya demikian , semoga berguna sebagai penambah wawasan bagi para penggemar dan praktisi supranatural.

Kijang atau Menjangan atau Rusa atau Mantjak , dalam hal ini pada thread ini akan saya fokuskan kepada sisi supranatural setelah terlebih dahulu kita lihat kutipan dari beberapa penjelasan tentangnya dari berbagai sumber.

89. Our sages and Tapasvins make use of tiger-skins or deer-skins. Does it not amount to sinful violence to kill an animal or get it killed, particularly in the case of those who are out for spiritual advancement? Does it not sound suicidal for a hermit to sit all his life on the skin of a dead animal and aspire for deliverance or Mukti for himself?The most important point to remember in connection with the use of deer-skin or tiger-skin as Asana or seat is that the animal is never killed for obtaining its skin. The deer was always a part of the ancient Ashrams of Sannyasins and Maharshis; and they should have found the skin of the deer, when it died its natural death, an easily procurable material for the Asan. To those living in dense jungles, therefore, deer-skin and the bark of trees should have been more easily and abundantly available than cloth.Tiger-skins, too were procured in a similar way, though much less numerically, and that accounts for the wider use of the deer-skin as Asana. In fact, Mriga-charma is prescribed for Asana; and Mriga means deer.From the spiritual point of view, the sages found that doing Sadhana seated on a deer-skin was highly conducive to Siddhi. The power generated in the body through Sadhana was preserved by the skin.

sumber :

http://chestofbooks.com/new-age/yoga…s-Part-26.html

89. Orang bijak dan Tapasvins menggunakan kulit macan atau kulit rusa. Apakah itu bukan tindak kekerasan dan berdosa membunuh binatang atau mendapatkannya mati, terutama dalam kasus mereka yang berusaha untuk kemajuan rohani? Apakah itu tidak terdengar konyol bagi pertapa karena duduk sepanjang hidupnya pada kulit hewan tersebut dan bercita-cita untuk pembebasan atau Mukti untuk dirinya sendiri?

jawaban:

Hal yang paling penting untuk diingat sehubungan dengan penggunaan kulit rusa-kulit kijang atau kulit macan sebagai Asana atau tempat duduk adalah bahwa hewan ini tidak dibunuh untuk mendapatkan kulitnya. Rusa/kijang selalu menjadi bagian dari Ashram kuno Sannyasins dan Maharshis, dan mereka harus menggunakan kulit rusa/kijang, yang meninggal secara alami, bahan bisa didapat dengan mudah untuk Asan itu. Untuk mereka yang tinggal di hutan lebat, karena itu, rusa-kulit dan kulit pohon seharusnya lebih mudah dan banyak tersedia dari pada menggunakan kain.
kulit macan juga yang diperoleh dengan cara yang sama, meskipun jauh lebih rumit, dan bahwa biaya tinggi untuk penggunaan dari kulit rusa-sebagai Asana. Bahkan, Mriga-Charma diresepkan untuk Asana, dan Mriga berarti rusa.Dari sudut pandang spiritual, orang bijak menemukan bahwa melakukan Sadhana duduk di atas kulit rusa-adalah sangat kondusif untuk Siddhi. Daya yang dihasilkan dalam tubuh melalui Sadhana terjaga oleh kulit tersebut. ada suatu anggapan dasar bahwa kulit yang sangat berbulu mengakibatkan efek pheromone dalam jumlah yang besar dan atau sangat kuat. jika dalam hal ini kulit kijang, sayangnya belum ada penelitian yang kujumpai tentang analisa kandungan pheromone yg dihasilkannya namun Misik Hitam dan Misik Putih serta Kasturi. itu berasal dari keringat Kijang Gunung yang kemudian mengkristal

sumber yang menjelaskan tentang hal tersebut ialah :

metafisis.wordpress.com/2011/08/21/khasiat-minyak-kasturi-untuk-pengobatan-fisik-psikis-gangguan-jin-dan-sihir/

isi tulisan sebagai berikut:
Sebenarnya, istilah kasturi (bahasa Inggeris: musk) merujuk kepada kandungan yang terdapat dalam bintil kelenjar kijang jantan. Walaupun kerap ditemukan di bahagian antara perut dan genital, kasturi juga kadang tumbuh di bagian-bagian lain hewan tersebut, seperti di leher, badan atas dan juga kepala. Apabila tertanggal atau dipotong dari tubuh kijang tersebut, bintil kasturi yang mengering warna dan kandungan berwarna merah keperakan berubah menjadi hitam dan keras.
Jika ditekan kuat atau diketuk, butiran kecil akan keluar darinya dan bahan itulah yang dicampur bersama minyak atau ekstrak wangian beralkohol.

“Sejak ratusan tahun lalu, ia digunakan dalam pembuatan wangi-wangian. Kasturi juga bertindak sebagai biang penyebar bau harum selain itu dipercayai menjadikan bau harum lebih tahan lama. Di dalam dunia ini, hanya terdapat lima jenis hewan yang menghasilkan kasturi yaitu kijang jantan, lembu, musang, kura-kura dan tikus (tikus jenis tikus muskrat (Ondatra zibethicus), Paling populer adalah kasturi kijang jantan yang hidup di pergunungan Himalaya.

Dalam bidang perobatan tradisional Cina, kasturi dipercayai mampu mengembalikan kesadaran seseorang yang pingsan, melancarkan peredaran darah, , menghilangkan bengkak pada tubuh, menghilangkan rasa sakit dan merangsang penghentian/pembersihan darah haid.

Sebagaimana dalam hadits dikisahkan :
Dari ‘Aisyah r.a, “Seorang wanita bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang cara mandi dari haid. Beliau lalu memerintahkan wanita itu bagaimana cara mandi. Beliau bersabda: “Ambillah sepotong kapas yang diberi kasturi lalu bersucilah.” Wanita itu bertanya, “Bagaimana aku bersucinya? Beliau menjawab: “Bersucilah dengan kapas itu!”
Wanita itu berkata lagi, “Bagaimana caranya aku bersuci?” Beliau bersabda: “Bersucilah dengan menggunakan kapas itu!” Wanita itu bertanya lagi, “Bagaimana caranya?” Maka Beliau berkata, “Subhaanallah. Bersucilah kamu!” Lalu aku menarik wanita itu kearahku, lalu aku katakan, “Kamu bersihkan sisa darahnya dengan kapas itu.” (HR al-Bukhari)Oleh kerana spesies kijang yang menghasilkan kasturi sukar ditemui, saintis Cina beralih kepada sains dan teknologi untuk mengembangkan potensi pengobatannya.
Ilmuan cina mengembangkan peternakan artifisial mamalia tersebut seterusnya mengekstrak bintil kasturi tanpa perlu membunuh kijang. Pengambilan bintil kelenjar itu secara berjadwal meningkatkan penghasilan kasturi sekali gus mendorong upaya reproduksinya.
Kasturi diyakini sebagai penawar ajaib di kalangan masyarakat konvensional di Nepal, Pakistan, Siberia dan Mongolia. Di India pula, penggunaan kasturi telah lama diserap dalam kaidah pengobatan Ayurveda.Pada pengobatan Ayurveda diyakini mampu meredakan penyakit asma, ekzema, demam, sakit kepala dan ulser.“Kegunaan paling popular adalah dalam industri pembuatan minyak wangi. Baik minyak wangi atau atar yang didatangkan dari Mekah atau India, terdapat juga pengusaha yang memasukkan butiran kasturi itu ke dalam botol penjualan minyak wangi yang akan menambah nilai harganya,”

Cimanggu Bogor 1985
Pada suatu malam dalam tidurku , seolah ada yang memanggil, Kebun Raya Bogor ditengah rerimbunan pohon besar , tiada rasa takut , terdengar suara keras “datanglah kemari malam hari , ambillah kulit kijang kencana ini untukmu “

kemudian terlihatlah pada pandanganku betapa bagus dan cantiknya kulit tersebut padanya terdapat rerajahan dalam bentuk dan simbol tulisan Arab yang tidak kumengerti akan tetapi aroma harum luar biasa dan pesonanya saja yang dapat kurasakan

demikianlah , setelah kejadian mimpi indah pada malam aku sering datang ke Kebon Raya Bogor pada siang harinya, karena takut dan belum berani jika datang pada malam hari sesuai panggilan dalam mimpi tersebut

kemudian sambil lalu pernah kudengar suatu kisah yang sangat tak masuk akal bahwa seluruh Kijang/Rusa yang banyak berkeliaran di Istana Kebon Raya Bogor jika malam menjelang Purnama Penuh, mereka semua lenyap , masuk dalam satu lobang yang sangat rahasia letaknya, lalu keesokan harinya sudah muncul kembali.

Kijang Kencana , kata mereka , menjadi pemimpin kawanan Rusa tersebut dan itulah yang dahulu pernah memanggilmu untuk diberikan hadiah sayangnya tidak engkau ikuti panggilan tersebut, tinggallah menjadi kenangan

Jika kita perhatikan pada gambar diatas , maka dapatlah dikatakan bahwa sepotong kulit kijang tsb , mengandung beberapa hal :

  1. unsur kulit kijang yang berkemungkinan diantaranya mengambil sifat efek pheromone
  2. Tinta Za’faron atau Saffron , yang bersifat menstabilkan kerja jantung
  3. Minyak Misik , untuk menguatkan kembali dan menyatukan antara Saffron dan kulit
  4. Unsur Rajahan , yakni niat keinginan dalam bentuk do’a dan simbol atau magic square


maka berbagai unsur itu sendiri sudah memiliki getar nya masing-masing, sehingga jika semua itu digabungkan, adalah layaknya kerja Al Chemy dalam nuansa supranatural yang diharapkan dapat mempengaruhi kejiwaan seseorang sehingga me release inner self dan inner self akan membentuk pengaruh aura yang kuat dalam interaksi pergaulan dan atau hubungannya dengan gerak langkah seseorang terhadap seseorang yang lain

just in my humble opinion

semua kulit kijang tampaknya bisa dijadikan piranti supranatural
contoh:

  1. Kijang Putih , ini diyakini di Kalimantan Barat sebagai sangat bertuah, biasanya tanduknya akan dijadikan gagang mandau (parang Dayak), atau dijadikan gagang tongkat dan kulitnya akan dijadikan pegangan/azimat. tradisi Dayak tentang Kulit Kijang ialah digunakan bersama-sama dengan kulit macan, pada suatu upacara khusus yang berisikan sumpah, maka kulit macan dan kulit kijang diangkat keatas dihadapkan kepada Matahari, kemudian mereka berteriak dengan sumpahnya untuk berharap diberikan solusi atas masalah yang diinginkan jalan keluarnya.
  2. Kijang Emas / Kijang Kencana , pada tradisi di Jawa Barat dan atau seluruh Jawa. kulit kijang emas ini diyakini bertuah untuk urusan asihan dan support dalam melariskan dagangan
  3. Kijang Wulung , juga diyakini tuahnya sama dengan Kijang Kencana

di Indonesia jenis Kijang secara ilmu pengetahuan hanya dikategorikan sebagai 4 macam saja , yakni rusa bawean, rusa timor, dan rusa sambar serta KIjang  (Muntiacus Muntjak). Jenis rusa yang asli Indonesia ini, bersama anggota genus Muntiacus lainnya, dipercaya sebagai jenis rusa tertua. Kijang berasal dari Dunia Lama dan telah ada sejak 15 – 35 juta tahun yang silam.

Air Mancur ,Pelataran Masjid Al Hijri1, UIKA Bogor 1986
Sudah lama aku perhatikan setiap kali selesai makan mie ayam pangsit, disebelah warung si akang itu orangnya kalem, tidak banyak omong, namun dagangannya selalu laris. dan setiap kali kumelihat selalu saja ada wanita wanita cantik yang mencarinya dan hanya sekedar mengajak ngobrol kemudian pergi

suatu hari karena penasaran , kuajak si akang itu berbincang , dan.. keluarlah suatu rahasia dia menunjukkan sesuatu kepadaku dan itu katanya. Handalam, apa itu handalam, aku bertanya . dijawabnya.. ooh ini kulit anak mencak (orang Sunda selalu mengatakan kijang ialah Mentjak atau Mencek )

“saya mendapatkan ini dari Ajengan (orang yang dituakan dan setara dengan Ustadz)di kampung dengan mahar Rp 500.000″ ujarnya dengan lugunya (perbandingan Rupiah masa itu ialah , semangkok mie ayam masih Rp 500,- sekarang semangkok Mie Ayam kurang lebih Rp 7000,-. berarti 10 x lipat lebih. maka sekarang Handalam bisa berharga 5 jutaan)

dia mengatakan, jika semenjak membawa handalam, usahanya maju pesatdan banyak wanita yang tertarik mau menjadi isterinya

Kijang (Muntiacus muntjak) Rusa Asli Indonesia
Posted on 15 November 2010

Kijang atau Muntiacus muntjak merupakan salah satu rusa asli Indonesia. Kijang merupakan salah satu dari 4 jenis rusa yang dimiliki Indonesia selain rusa bawean, rusa timor, dan rusa sambar. Khusus di Indonesia, kijang dapat ditemukan mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali hingga Lombok.
Jenis rusa yang asli Indonesia ini, bersama anggota genus Muntiacus lainnya, dipercaya sebagai jenis rusa tertua. Kijang berasal dari Dunia Lama dan telah ada sejak 15 – 35 juta tahun yang silam.

Kijang (Muntiacus munjak) jantan
Di Indonesia, kijang dikenal juga sebagai menjangan atau kidang. Dalam bahasa Inggris Kijang disebut sebagai Southern Red Muntjac, Barking Deer, Bornean Red Muntjac, Indian Muntjac, Red Muntjac, atau Sundaland Red Muntjac. Sedangkan dalam bahasa latin (ilmiah) kijang dinamai Muntiacus muntjak (Zimmermann, 1780) yang mempunyai sinonim Cervus moschatus (Blainville, 1816), Cervus muntjak (Zimmermann, 1780), Cervus pleiharicus(Kohlbrugge, 1896), Muntiacus bancanus (Lyon, 1906), dan Muntiacus rubidus (Lyon, 1911).

Subspesies Kijang.
Terdapat sedikitnya 15 subspesies kijang (Indian Muntjac) di seluruh dunia. Ke-15 subspesies itu antara lain: M. m. annamensis (Indochina), M. m. aureus(semenanjung India), M. m. bancanus (Kepulauan Banka), M. m. curvostylis (Thailand),M. m. grandicornis (Burma), M. m. malabaricus (India Selatan dan Sri Lanka), M. m. montanus (Sumatera), M. m. muntjak (Jawa dan Sumatra bagian selatan), M. m. nainggolani (Bali dan Lombok), M. m. nigripes (Vietnam), M. m. peninsulae (Malaysia), M. m. pleicharicus (Kalimantan), M. m. robinsoni (Pulau Bintan dan Kepulauan Lingga), M. m. rubidus (Kalimantan), M. m. vaginalis (Burma dan Cina).

Ciri Fisik dan Perilaku.
Kijang atau menjangan mempunyai tubuh berukuran sedang, dengan panjang tubuh termasuk kepala sekitar 89-135 cm. Ekornya sepanjang 12-23 cm sedangkan tinggi bahu sekitar 40-65 cm, dengan berat mencapai 35 kg. Rata-rata umur Kijang bisa mencapai 16 tahun.

Mantel rambut kijang (Muntiacus muntjak) pendek, rapat, lembut dan licin. Warna bulunya bervariasi dari coklat gelap hingga coklat terang. Pada punggung kijang terdapat garis kehitaman. Daerah perut sampai kerongkongan berwarna putih. Sedangkan daerah kerongkongan warnanya bervariasi dari putih sampai coklat muda.

Kijang jantan mempunyai ranggah (tanduk) yang pendek, tidak melebihi setengah dari panjang kepala dan bercabang dua serta gigi taring yang keluar.
Kijang atau menjangan (Muntiacus muntjak) merupakan binatang soliter. Kijang jantan menandai wilayahnya dengan menggosokkan kelenjar frontal preorbital yang terdapat di kepala mereka di tanah dan pepohonan. Selain itu kijang jantan juga menggoreskan kuku ke tanah atau menggores kulit pohon dengan gigi sebagai penanda kawasan.

Jenis rusa asli Indonesia ini biasanya aktif di malam hari meskipun sering kali tetap melakukan aktifitas di siang hari. Makanan utamanya adalah daun-daun muda, rumput, buah, dan akar tanaman.

Kijang merupakan binatang poligami. Jenis rusa ini tidak memiliki musim kimpoi tertentu sehingga perkimpoian terjadi sepanjang tahun. Kijang betina dapat melahirkan sepanjang tahun dengan usia kehamilan berkisar 6-7 bulan. Dalam sekali masa kehamilan, kijang melahirkan 1-2 ekor anak.

Habitat, Persebaran dan Konservasi. Kijang tersebar di berbagai negara meliputi Brunei Darussalam, China (Hainan, Sichuan, Yunnan), Indonesia, Malaysia, Thailand, Burma, dan Singapura. Di Indonesia, kijang dapat ditemukan di Sumatera, Bangka, Belitung, Kepulauan Riau, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan.

Binatang asli Indonesia ini menyukai habitat hutan tropika yang memiliki aneka vegetasi, padang rumput, sabana, hutan meranggas. Kijang juga dapat mendiami hutan sekunder, daerah di tepi hutan, dan tepi perkebunan. Binatang ini mampu hidup di daerah dengan ketinggian mencapai 3.000 meter dpl.

Meskipun termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999, populasi kijang dianggap belum terancam kepunahan. Oleh IUCN Redlist, kijang dikategorikan dalam status konservasi “Least Concern” sejak 1996.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Sub-ordo: Ruminantia; Famili: Cervidae; Subfamili: muntiacinae; Genus: Muntiacus; Spesies: Muntiacus muntjak. Nama Binomial: Muntiacus muntjak(Zimmermann, 1780). Nama Indonesia: Kijang, Kidang, Menjangan.

Perbedaan Rusa dan Kijang
Posted on 8 September 2011
Perbedaan rusa dengan kijang apa, ya?. Apakah antara rusa dan kijang ada bedanya?. Ataukah tidak berbeda karena baik kijang maupun rusa merupakan hewan yang sama hanya beda nama dan penyebutannya saja.
Perbedaan antara rusa dengan kijang ini pernah ditanyakan oleh seorang sahabat pembaca blog ini dalam postingan terdahulu yang membahas tentang kijang (Muntiacus muntjak) pada Januari 2011 silam.

Saya pun telah menguraikan perbedaan rusa dan kijang meskipun dengan sangat singkat. Kali ini saya akan mencoba menguraikan beberapa fakta yang  diharapkan akan menjawab pertanyaan tentang rusa dan kijang sebagai hewan yang sama ataukah berbeda. Dan jika berbeda, apa saja perbedaannya.
Perbedaan Antara Rusa dan Kijang Secara Umum.

Rusa merupakan nama umum dalam bahasa Indonesia untuk menyebutkan semua famili Cervidae. Dalam bahasa Inggrisrusa sering “deer“. Di seluruh dunia terdapat sekitar 62 jenis (spesies) rusa. Dan dari semua jenis rusa tersebut 4 di antaranya merupakan spesies asli Indonesia yang di antaranya adalah Kijang (Muntiacus muntjak). Tiga spesies lainnya adalah Rusa Sambar(Cervus unicolor), Rusa Timor (Cervus timorensis), dan Rusa Bawean (Axis kuhli).
Rusa dari genus Cervus (rusa sambar dan rusa timor) dan Axis (rusa bawean bahkan rusa totol) di Indonesia sering kali hanya disebut sebagai “rusa” saja atau dalam bahasa Inggris disebut dengan “deer” dan “chital” (untuk genus axis). Sedangkan rusa dari genusMuntiacus di Indonesia dikenal sebagai “kijang” yang dalam bahasa Inggris disebut “muntjak”.
Nah dari gambaran secara umum ini semoga mulai memperjelas perbedaan antara rusa dengan kijang.

Perbedaan ukuran rusa dan kijang
Perbedaan Antara Rusa dan Kijang Secara Spesifik. Secara spesifik terutama berkenaan dengan ciri-ciri fisik ada beberapa hal yang bisa membedakan antara kijang dan rusa.

  1. Ukuran tubuh rusa lebih besar dibandingkan kijang. Rusa Indonesia yang paling besar adalah rusa sambar (Cervus unicolor). Kemudian diikuti oleh rusa timor (Cervus timorensis), rusa bawean (Axis kuhli) dan kijang (Muntiacus muntjak) dengan ukuran tubuh terkecil.
  2. Tanduk rusa (baik rusa sambar, rusa timor, maupun rusa bawean) bercabang tiga sedangkan pada kijang hanya bercabang dua. Tanduk ini hanya dimiliki oleh rusa dan kijang jantan.
  3. Tanduk atau ranggah pada rusa lebih panjang dibandingkan tanduk kijang. Tanduk pada rusa sambar, rusa timor, maupun rusa bawean panjangnya melebihi panjang kepala mereka bahkan bisa mencapai 1 meter tingginya pada rusa sambar. Berbeda dengan rusa, tanduk kijang panjangnya hanya sekitar separo dari panjang kepalanya.
  4. Gigi taring rusa tidak panjang berbeda dengan kijang yang memiliki gigi taring yang panjang dan keluar.
  5. Antara kijang dengan rusa siapa yang paling cepat larinya?. Nah, perbedaan kecepatan lari ini yang saya tidak tahu. Mungkin lantaran belum pernah diadakan lomba lari antar rusa. Namun yang pasti, ‘kijang’ yang pernah saya naiki larinya cepat banget.

Mungkin di antara sobat ada yang hendak menambahkan perbedaan antara kijang dan rusa atau malah dapat menjawab pertanyaan; antara kijang dan rusa mana yang lebih cepat larinya?. Silakan di-share di sini.
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Artiodactyla; Upaordo: Ruminantia; Famili: Cervidae

sumber: http://alamendah.wordpress.com/2010/…sli-indonesia/

Misteri Kijang Emas Pegunungan Meratus (bag 3)
Sabtu, 02 Juni 2012, 22:17 WIB

Pegunungan Meratus

REPUBLIKA.CO.ID, Keberadaan Kijang Emas di Kawasan Pegunungan Maratus diperkuat dengan diketemukannya tengkorak Kijang Emas di area perkebunan milik warga.

Menurut Pajarah Sub Korwil 08 HST, Mayor Sus Komaruddin melalui emailnya disampaikan ke LKBN Antara Banjarmasin, Sabtu (2/6) tengkorak kijang emas tersebut ditemukan saat tim penjelajah dan peneliti 2 yang dipimpin oleh Kapten Psk Efendi Hermawan sedang melaksanakan penelitian pada Senin (28/5) pukul 09.00 WITA di Desa Haratai Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kijang Emas yang oleh warga setempat disebut Kijang Hilalang merupakan salah satu jenis kijang endemik Kalimantan yang sangat langka dan sulit ditemukan,  karena sering diburu warga untuk dikonsumsi.

Kijang Mas diburu warga di area Gunung Haung Haung, sekitar lima jam perjalanan dari Desa Haratai dengan berjalan kaki.

Warga setempat menganggap Kijang Mas sebagai kijang biasa, sehingga kepala Kijang Emas dibuang tidak disimpan seperti halnya kijang lainnya yang memiliki nilai seni tersendiri.

“Saya dapat Kijang ini sekitar tiga bulan yang lalu di Gunung Haung Haung, disana kami sering memasang Jipah (jerat tali), tapi kepalanya saya buang di Huma, karena tidak menarik untuk dipajang di rumah,” kata Uncau (46), salah satu warga di Desa Haratai seperti dikutip Komaruddin.

Dari tengkorak yang ditemukan, salah satu anggota Tim Peneliti Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Dr Ir Abdul Haris Mustari, M.Sc, yang terlibat langsung dalam kegiatan penelitian dan menemukan tengkorak tersebut mengatakan penemuan tengkorak kijang di Desa Haratai, dapat dikatakan sebagai Kijang Emas yang oleh warga sini disebut Kijang Hilalang.

Selanjutnya ia katakan, dari hasil perbandingan dengan tengkorak kijang biasa, terdapat perbedaan yang menyolok, Kijang Mas tidak terdapat sendi pada pangkal rangganya, masing-masing rangga memiliki satu cabang, ramping dan sedikit melengkung serta pedisel (tulang dibawah rangga) ramping dan melengkung.

Sedangkan kijang biasa mempunyai dua cabang pendek, lebih besar dan terdapat sendi pada pangkal rangga serta pedisel tebal dan lurus.

“Kijang Emas memiliki warna merah kekuningan dan terdapat garis gelap di sepanjang garis punggungnya, sementara kijang biasa berwarna kemerahan tua,” jelas Haris.

“Kijang Emas memang tergolong langka dan belum terdaftar, karena kekurangan dan sangat terbatasnya data-data tentang kijang tersebut, namun saat ini keberadaan Kijang Emas semakin langka dan hampir punah, daerah penyebarannya berada di hutan pegunungan yang sulit diakses manusia,” tambah Haris.

Sementara Wadan Sub Korwil 08/HST Mayor Inf Ardian Triwasana mengatakan dengan diketemukannya tengkorak Kijang Emas oleh tim peneliti Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang bergerak di daerah Loksado HSS, mudah-mudahan akan menjadi masukan bagi semua pihak, terutama warga Kalimantan Selatan untuk meneliti lebih lanjut.

Sumber : Republika

Tulila: Musik Untuk Merayu Anak Gadis Mandailing Di Malam Hari

Posted by amulet | Benda Bertuah | Saturday 23 February 2013 5:22 am

      

TULILA

Di dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat Mandailing terdapat suatu tradisi berkencan antara pemuda dan anak gadis yang disebut markusip. Secara harafiah markusip artinya berdialog dengan cara berbisik.

Pada tradisi markusip, si pemuda dan si anak gadis saling mengungkapkan isi hati dan perasaan mereka dengan cara berbisik. Dalam dialog yang dilakukan dengan cara berbisik itu tidak jarang si pemuda menggunakan tulila, dan juga ende-ende (pantun). Menurut tradisi markusip hanya boleh berlangsung pada waktu tengah malam agar tidak terlihat orang lain karena sifatnya rahasia.

Ketika kegiatan markusip berlangsung, si anak gadis berada di dalam sebuah rumah tertentu yang disebut bagas podoman, sementara itu si pemuda berada di luar rumah tersebut. Mereka markusip melalui sebuah lobang kecil yang terdapat pada salah satu sisi dinding bagas podoman yang disebut lubang pangkusipan.

Dalam proses awal kegiatan markusip biasanya ada dua tahapan yang dilakukan oleh seorang pemuda yaitu marngoti boru bujing dan mengelek boru bujing. Apabila si pemuda telah berhasil membangunkan dan membujuk si anak gadis, biasanya si gadis akan mangalus (menyahut) dari dalam bagas podoman melalui lubang pangkusipan, dan selanjutnya mereka markusip untuk saling mengungkapkan isi hati dan perasaan masing-masing

Minyak Pukau Dewi Kahyangan

Posted by amulet | Benda Bertuah,Khodam,Minyak | Wednesday 7 November 2012 5:57 am

setelah bertahun-tahun aku mencoba untuk menggali dan memahami budaya supranatural Sumatera Utara , yang berkaitan denga keluhuran budaya Melayu, Madahiling, dan Batak . Akhirnya ternyata tak jauh-jauh rupanya seorang sahabatku , dia ialah merupakan Telangkai. Dia juga Datu (Hadatuon). itu semua gelaran bagi seorang yang dianggap mengerti tentang Budaya Keluhuran tanah Sumatera Utara / Melayu/Tapian Na Uli/Batak dan apapun lah sebutan yang tepat untuk itu. Di atei Tupa Lawei Suhu Muhar Omtatok .

diantara itu sebagai penghibur diri dalam perjalana untuk tetap memberikan karya yang terbaik. akhirnya aku berhasil memancing Suhu Omtatok untuk mau memperlihatkan diantara karya magisnya, dan terjadilah Minyak Pukau ini.. “walau sebenarnya masih banyak lagi Ki, tetapi dahulu saya sangat merahasiakan hal ini , di foto saja pun saya sangat tak suka” demikian Suhu Omtatok menjelaskan dengan sangat seriusnya .

Minyak Pukau aku ambil istilah itu setelah aku melihat “daya yang terpancarkan padanya”. kemudian aku minta izin Suhu Omtatok tentang nama itu.

“tetapi sebenarnya ada yang khusus kalau minyak pukau” suhu agak idealis sejenak menyela permohonan izinku.

“tak apalah suhu, sekali-sekali perlu juga kita angkat tentang Minyak Pukau ini adala awal mula menuju kesan” ujarku.

demikianlah setelah izin kudapatkan, lalu akhirnya aku posting disini dengan gambaran khasiat kurang lebih :

1. untuk menaikkan seri wajah ( bercahaya dipandang siapapun menjadi menarik hati)

2. untuk Pemanis bagi wanita sehingga tampil beda

3. untuk menaikkan harkat martabat bagi mereka yang selama ini selalu dihina

4. melancarkan urusan perniagaan dan pelaris

5. pesona luar biasa bagi lelaki ataupun wanita yang memakainya

6. menimbulkan kerinduan dan rasa kangen

7. menundukkan orang yang berniat  jahat dan keselamatan 

Insya Allah tentang Minyak Pukau yang bahan-bahannya masih aseli diambli dari pedalaman hutan Sumatera Utara, dengan bahan dasarnya “Kelapa yang dimakan bulan” serta bahan “semula jadi”  akan saya lanjutkan kelak, menunggu izin dari Datuk Muhar Omtatok 

Kayu Bertuah NAGASARI

Posted by amulet | Benda Bertuah | Monday 5 November 2012 4:20 am

Kayu Naga Sari bisa dikategorikan sebagai Raja Kayu Magis sebanding dengan Setigi, Dewa Dharu dan Kalimasada. Kayu ini efektif untuk penolak bahaya petir, selamat dari kecelakaan lalu lintas, menyembuhkan penyakit ringan dan penyakit dalam.

Fungsi lainnya untuk :
- Kewibawaan
- Keharmonisan rumah tangga
- Meningkatkan karisma (daya tarik)
- Menambah khasiat jamu (secuil kayu Naga Sari dicampur pada jamu, menambah khasiatnya)
- Menambah kekuatan lahir bathin
- Anti petir
- Menambah ketajaman Indera bathin

Naga Sari digunakan sebagai tangkai tombak Kiai Pleret milik Panembahan Senopati. Namun kayu ini energinya menjadi kotor jika dipegang orang yang pernah melakukan pembunuhan tanpa hak. Dengan memegang kayu ini pelaku pembunuhan dapat kejang.
Kayu Naga Sari sifatnya “mempercepat proses”. Orang yang ingin keluar dari kehidupan gelap dan susah (sial) akibat perbuatan buruk (karma) pada masa lalunya, disarankan memanfaatkan kayu ini.

NAGASARI, PENAGA PUTIH, NAGAKUSUMA (Mesua Ferrea Linn)
Pohon ini asalnya dari India, banyak ditanam dihalaman atau kebun dibawah 1300 m dpl didaerah Jawa dan Bali, bisa mencapai tinggi 20 m dengan diameter 50 cm. Yang dianggap bertuah umumnya terdapat di makam-makam tokoh sejarah, misal Raja, Ulama seperti di Imogiri, Kotagede, Kudus dan Gunung Muria. Daun yang muda berwarna merah, duduk berhadapan, bunga besar dengan 4 helai daun mahkota yang berwarna putih, berbau wangi. Sedang buahnya berkulit keras disebut Gandhek berisi 1 – 4 biji. Mulai akar, daun, bunga sampai kulit dan kayu dimanfaatkan untuk obat dan azimat penangkal bahaya.

Kuncup bunga yang masih tertutup disebut sari kurung atau cangkok kurung. Sedang kuncup bunga yang telah terbuka disebut sari mekar atau cangkok mekar. Benang sarinya harum, dinamakan podhisari atau sari naga / sari cangkok. Bunga yang telah diambil benang sarinya ditumbuk halus menjadi obat-obatan disebut sari cangkok. Semua ini menjadi bahan campuran pelbagai obat racikan.

Biji Nagasari juga banyak dimanfaatkan untuk obat luar, caranya biji ditumbuk halus setelah dihilangkan kulit kerasnya, kemudian ditaruh dalam minyak kelapa atau wijen (sesam oil) dan dipanasi. Minyak ini sangat baik untuk luka infeksi, eksim menahun, bengkak bahkan bisul dan segala macam penyakit kulit. Untuk pengobatan sebaiknya dalam keadaan hangat larutan nogosari dalam minyak itu dioleskan pada bagian yang sakit.

Biji Nagasari juga dapat digunakan untuk pengobatan infeksi dalam. Caranya, ambil 3 –5 nogosari, pecah dan tumbuk lalu taruh dalam gelas berikut kulitnya lalu seduh dengan air setengah panas (air termos), diamkan sekitar 5 menit dan setelah dingin diminumkan pada si sakit. Isinya jangan dibuang tetapi isi dengan air panas lagi dan lima jam kemudian diminumkan lagi kemudian ditambah air panas lagi dan minumkan 5 jam kemudian. Air nogosari ini sangat baik untuk mengobati haid yang selalu sakit, pendarahan lambung dan keputihan. Menurut pengalaman banyak orang, segala penyakit yang mempunyai efek panas badan dapat disembuhkan dengan nogosari, baik dengan seduhan dalam air mulai dari biji, serpihan kayu, daun, bunga atau kulit kayunya. Kulit kayu Nogosari berwarna coklat, jika sudah tua menjadi coklat kehitaman atau coklat dengan serat serat hitam. Kayu yang dianggap mempunyai daya gaib istimewa terutama yang dari makam leluhur. Untuk mendapatkannya dianjurkan puasa mutih (hanya makan nasi dan minum air putih) selama beberapa hari. Sebelum memotong kayu, seyogyanya melakukan sesaji selamatan menurut petunjuk penjaga makam.

Kayu Nogosari termasuk keras dan ulet, sebaiknya setelah dipotong jangan dijemur, tetapi setelah agak kering buatlah barang yang diinginkan, misal tongkat, pipa, stick dan sebagainya.

Kayu ini sangat berbahaya jika untuk memukul. Secara spiritual kayu ini bersipat mengembalikan daya yang dilontarkan kepada pemakai. Diyakini kayu ini merupakan kayu yang paling unggul diantara kayu bertuah lainnya. Tuahnya : keselamatan, kewibawaan, pengobatan, perlindungan terhadap orang jahat/jin jahat, binatang berbisa, anti tenung dan black magic. Pemakai kayu ini diharapkan berlaku jujur dan suci, jika tidak maka tindakan negatif nya akan berbalik memukul diri sendiri. Kayu Nagasari mudah dikenal karena jika ujungnya dibakar tidak menyala dan jika direndam air sekitar 10 menit maka permukaannya akan keluar bulu-bulu halus.

Pantangan : Kayu ini jangan sekali-kali dilangkahi wanita atau pria dan seyogyanya kayu ini jangan dilekati benda logam(emas, kuningan, perak) atau gading. Biarkan seperti adanya. Kayu yang tua sangat bagus untuk dibuat mata cincin, khasiatnya sama dengan membawa kayu Nagasari dalam ukuran besar.

Kelapa Tunggal / Nunggal

Posted by amulet | Benda Bertuah,Minyak | Tuesday 23 October 2012 8:32 am

Kelapa Tunggal ialah kisah yang beredar dari mulut ke mulut (Folklor) cenderung menjadi  mithos dan legenda tentang nya, bermula dari pemahaman masyarakat / budaya supranatural yang mengerti bahwa tumbuhan atau hewan yang tunggal sering di identikkan sebagai suatu kelebihan dengan derajat dianggap Raja nya. Bahwa belum ada data ataupun tulisan  yang terekspose tentang hal tersebut. Dalam hal ini akan saya coba tuliskan sedikit pengetahuan saya tentang Kelapa Tunggal.

Bermula dahulu pada tahun 1989 ketika saya meminta tolong kepada nenek saya untuk membuatkan minyak kelapa hijau, seketika nenek mengatakan “dari mana kamu tahu tentang minyak yang banyak manfaatnya ini, mau kamu jadikan obat atau mau kamu jadikan dia pemanis/pekasih”. Ternyata Nenek saya mengatakan bahwa Kelapa Hijau jika dijadikan minyak maka khasiatnya bisa juga untuk pekasih menurut pengetahuan yang diajarkan secara turun temurun . Ketika kemudian aku bertanya tentang buah kelapa hijau dari pohon kelapa tunggal, langsung dijawab beliau bahwa “itu tidak gampang untuk mencarinya, sama saja susahnya dengan hal  jika hendak mencari mustika kelapa”.

Namun berkat pergaulanku dengan kalangan komunitas paranormal dan dukun kampung, pernah juga suatu ketika aku mendapatkan Minyak Kelapa Tunggal. dengan bentuk minyaknya yang sangat jernih cenderung bening, dan baunya harum lembut , jika diusapkan di kulit tidak seperti minyak rasanya.

Pernah juga aku mendengar, seorang temanku yang dukun di Medan berkata, bahwa dia kalau membuat minyak kelapa tunggal, tidak menggunakan api, cukup dengan mantera tertentu dan dipegangnya kelapa itu akan mengeluarkan minyaknya. akan tetapi ketika kubujuk lebih detail caranya, ternyata dia tidak mau melanjutkan pengetahuannya itu untuk dibagi… sampailah suatu ketika ada seorang dukun dari pedalaman sumatera yang terpencil, datang ke Jakarta dan berjumpa kepadaku, sehingga sampailah disuatu saat tentang cerita dan kisah Kelapa Tunggal, dia bercerita detail.

“Saya pernah takjub dan merasa  heran , dimanakah hubungannya sampai-sampai orang tua-tua di dusun mengatakan bahwa Minyak Kelapa Tunggal adalah sangat berbahaya jika dipegang orang yang tak kuat imannya” demikian dia memulai kisahnya. “sehingga saya diajarkan ilmu tentang membuat minyak kelapa tunggal dengan cara demikian.. … … (rahasia)

tatkala sudah jadi , sementara tangan saya masih berlepotan dengan bekas minyak tersebut, dan karena merasa sayang, maka sisanya yang ditangan segera saya usap-usapkan ke badan saya , mudah-mudahan dengan tujuan siapa tahu menjadi obat”. “dan memang badan langsung terasa menjadi bertenaga hilang rasa capeknya, sehingga kemudian setelah rapi minyak itu sudah masuk kedalam botol kecil, saya simpan dalam saku baju”.

“kemudian saya pergi berjalan-jalan ke luar rumah”. “ditengah jalan saya tidak sengaja berpapasan dengan seorang janda yang saya kenal biasanya sombong, ini mendadak mau menyapa sambil tersenyum manis dan minta tolong supaya mau mampir membetulkan di rumahnya katanya ada yang rusak”. “Ketika saya sampai dan masuk kedalam rumahnya, saya menjadi terkejut melihat bahwa perempuan itu tiba-tiba bertingkah aneh dengan segera melepaskan bajunya dan berusaha memeluk saya erat-erat”. pokoknya minyak kelapa tunggal itu memang sangat berbahaya, jika kita tidak kuat iman.. :D

 

Pohon Kelapa Tunggal menurut yang saya pahami ialah ada dua versi.

Versi pertama ialah

sebuah pohon kelapa hijau yang diantara kelompok  buahnya ada satu buah yang menyendiri, dan menghadap ke arah matahari terbit maka buah kelapa yang memisahkan diri itulah yang disebut kelapa nunggal / kelapa tunggal

Versi yang kedua,

sebuah pohon kelapa yang memang buahnya hanya satu saja, dan sudah pasti mengarah posisinya menghadap ke arah matahari terbit

 

foto ini berasal dari Sohib saya yakni Ade di Sumedang.

 

Misteri Kapas Siluman (Kapas Bujang)

Posted by amulet | Benda Bertuah | Friday 21 September 2012 7:12 am

Pada tahun 1998 , seorang temanku dengan terengah-engah menjumpaiku, ditangannya dia membawa sebentuk kapas. Dia mengatakan ini simpan, tadi saya habis berlari dikejar-kejar mahlik gaib yang ingin merampas lagi kapas ini.

Malam itu tepat Malam Jumat Kliwon rupanya, pantas saja aku berfikir, mengapa dia sampai dikejar-kejar mahluk gaib. mungkin itu mahluk penunggu pohon kapas tersebut.

Lalu keesokan harinya aku bertanya kepada temanku, ini apa maksudnya kegunaan dari kapas mentah ini. dia menjawab, “oh itu buat sarana membuat minyak pengasihan yang ampuh, disimpan didompet saja juga sudah bisa berfungsi untuk pengasihan” demikian ujarnya.

Jadi itu kapas hanya bisa diperoleh dan diambil saat malam Jumat Kliwon, sekitar jam 12 malam, siap menunggu dibawah pohon kapas, nanti jika ada buah kapas meledak mengeluarkan kapasnya dan terbang mau jatuh ke bumi, harus segeradikejar dan ditangkap. nah disaat mengejar kapas terbang itulah akan terjadi mahluk gaib lainnya akan ikut mengejar untuk merebut kapas tersebut, sehingga dalam penglihatan mata seolah kapas tersebut dengan lincah dan gesitnya terbang kesana-kemari dan sangat susah ditangkapnya. seolah kapas itu menjelma menjadi satu sosok kecil seperti burung dan seolah dia hidup.

Dan jika sudah berhasil menangkap kapas tersebut, maka kita harus terus sambil berlari dan memegang kapas tersebut erat-erat , karena jika ditaruh didalam saku baju pasti kapas tersebut akan lepas dan terbang kembali kemudian hilang karena dirampas oleh mahluk halus yang ikut serta saat kita berusaha menangkap kapas tersebut.

Juga jangan sampai kita berhenti terus berjalan, pokoknya harus berlari dan temui siapapun yang ada dalam rumah, yang kita kenal, kemudian berikan itu padanya dan dititipkan untuk supaya disimpan. sebab dengan jalan demikian kapas itu jika sudah berpindah tangan maka kapas akan aman. selanjutnya gaib akan mengikuti diri kita sampai depan rumah kita, dan menunggu, jika kita sudah tidur kemudian kita diperiksa, kapas sudah tak ada pada kita, maka mahluk gaib akan pergi dan merasa senang dan rela karena kapas tidak ada lagi pada diri kita.

Demikianlah, aku menjadi teringat, mengapa di setiap minyak pelet atau minyak pengasihan dari kalimantan, selalu saja terdapat kapas didalamnya. apakah mungkin ini jenis kapas yang sama ataukah berbeda . 

sampailah suatu saat aku berjumpa dengan seseorang yang ahli dalam hal minyak Dayak. rupanya kapas seperti itu merke menyebutnya dengan nama “Kapas Bujang”. Akan tetapi apakah dengan pengambilan dengan cara yang sama atau tidak, saya belum mendapatkan lagi informasinya.

Sehingga catatan tentang hal tersebut pada kisah ini saya sebutkan adalah “masih menjadi Misteri”

 

Misteri Klelet (mistik pemanggil ikan dan gaib)

Posted by amulet | Benda Bertuah | Friday 21 September 2012 6:54 am

Tahun 2007 , tempatku kedatangan diantara  seorang sesepuh kebatinan dari Jawa Timur (Blitar) , beliau memberikan klelet kepadaku

menurut keterangannya bahwa klelet ini sudah merupakan ramuan dari bahan rahasia dan untuk digunakan secara mistis dalam pemanggilan ikan juga

untuk tujuan pemanggilan gaib. tak dijelaskan lebih lanjut tentang klelet tersebut sehingga kusimpan saja selama bertahun-tahun.

ada pernah beberapa orang yang mau ikut lomba memancing ikan berhadiah yang kuberikan sarana tersebut, lumayan berhasil

ketika kemudian dalam perjalanan selanjutnya sambil rajin bertanya tentang apa sebenarnya Klelet itu, dari bahan dasar apa saja,

ternyata ada informasi yang sangat sedikit tetapi lumayan untuk menambah wawasan.

bahwa klelet hitam yang ada padaku ternyata berisikan bahan dasar:

1. lendir dari Cacing klelet Merah beserta racikan dari bahan tubuh cacing tersebut

2. tembakau yang diolah dengan cara tertentu dan diambil lendir hitamnya saja (seperti dodol/pasta)

3. madat

 

sehingga jika klelet hitam yang ada padaku dicoba untuk diusapkan pada sebatang rokok, lalu rokok dihidupkan/dibakar

maka alhasil klelet tersebut akan mengeluarkan aroma wangi bercampur bau amis sedikit namun tetap seperti harum rempah-rempah

 

 

Batu Jilatan Maunjun

Posted by amulet | Benda Bertuah | Friday 21 September 2012 5:48 am

 

Batu Jilatan Maunjun


The Spirit

Batu Ajaib dari Sumur Jilatan Pedalaman Kalimantan Selatan

Alkisah Suku Dayak Paramasan yang mendiami wilayah Danau Huling
sungguh merasa heran tatkala memperhatikan keanehan sebuah sumur
yang berukuran berkisar 4×4 meter.

Dahulu ada kerbau besar laksana banteng, jika ada orang yang mendekati sumur
segera dihadang dan diusir paksa oleh banteng tersebut.

akan tetapi anehnya, banyak hewan liar lainnya berduyun-duyun sangat suka
mendatangi sumur tersebut masuk kedalamnya kemudian minum airnya
setelah meminum air sumur selanjutnya segera mencari sebongkah batu untuk
dijilat-jilatnya kemudian pergi.

“saya pernah mencoba untuk menombak atau menyumpit hewan2 tersebut,
anehnya mereka tidak bakalan mempan dilukai dan tidak bisa ditangkap” ujar
salah seorang anggota suku dayak tersebut.

karena berkali-kali mengalami hal demikian sehingga timbullah keyakina bagi
para suku dayak tersebut , jika hendak menangkap atau menombak hewan
liar diatas, maka ditunggulah saatnya sebelum hewan itu sampai di sumur tsb
“karena jika salah satu dari kaki hewan itu sempat menyentuh air sumur jilatan
pasti tak akan bisa ditangkap hewan apapun dia bentuk dan jenisnya”

tak hanya hewan darat, bahkan burung jenis apapun sangat suka meminum
air sumur jilatan tersebut dan kemudian mematuki batu jilatan yang ada disana
demikianlah kisah yang disampaikan oleh Suku Dayak Paramasan .

sehingga suatu saat dimana kemudian banteng yang menjaga sumur tersebut
sudah tiada, maka warga suku dayak tersebut kemudian mengambil batu dari
sumur jilatan tersebut , dan ternyata terdapat banyak sekali batunya,
berbagai jenis bergantung dari warna batu jilatan tersebut dan dibawa pulang
diletakkan dirumah (huma) mereka.

sampai suatu malam, terjadilah kejadian dimana ada pencuri dari luar kampung
masuk kedalam huma mereka, terjadilah sesuatu keajaiban, si pencuri itu
terputar-putar tak dapat keluar dari dalam huma dan akhirnya ketahuan dan
tertangkap basah.

maka menjadi suatu pengalaman dan keyakinan bagi warga suku dayak paramasan,
bahwa batu jilatan ternyata punya kemampuan untuk menjaga rumah mereka
dari niat dan perbuatan jahat siapapun.

atas dasar cerita dari mulut ke mulut tentang keanehan batu jilatan, kemudian
ada yang mencoba batu jilatan itu untuk diletakkan pada alat pancing
ternyata luar biasa mengejutkan baginya, hasil tangkapan ikan sangat banyak
dan sangat mudah memperolehnya

sehingga batu tersebut terkenal dengan nama lainnya ialah “Batu Maunjun”
Maunjun artinya Memancing Ikan

akhirnya banyak orang kemudian mencoba batu itu untuk berbagai macam
keperluan , diletakkan dia dalam toko, ternyata menjadi pelarisan yang bagus
dibawa sebagai azimat, ternyata menjadi pengasihan dan disukai orang
dan orang yang membawa batu jilatan , tak akan kesusahan masalah uang.

sayangnya, informasi tentang batu jilatan kemudian meredup dan langka
bahkan ditempat asalnya di Kampung Danau Huling, warga Dayak hanya tahu
batu tersebut ialah hanya buat keselamatan dan buat memancing ikan saja
itupun mereka sendiri mengatakan, jika katanya bagus untuk maunjun (mancing)
kami sendiri belum pernah mencobanya..
kami hanya tahu batu itu buat menjaga rumah saja, biar aman dan selamat

saat ini pusat kerajinan batu yang ada di Martapura , ada menyediakan
berbagai macam jenis batu jilatan

mereka mengatakan, bahwa batu jilatan itu ternyata hanya terdapat dua jenis
yakni batu jilatan darat dan batu jilatan laut
batu jilatan laut selalu berwarna hitam kelam dan seolah ada tonjolan putih
didalam batu tersebut , juga dikenal dengan nama lainnya ialah “Batu Kelulut”
namun istilah Batu Kelulut menjadi simpang siur dengan adanya info
bahwa kelulut jika di kalimantan ialah nama jenis lebah kecil
ada lagi yang berpendapat bahwa batu kelulut itu ialah satam (meteor)
semua menjadi tak jelas lagi

begitupun dengan nasib batu jilatan yang sudah digosok rapi


kemudian dibentuk menjadi mata cincin atau perhiasan, bahkan yang menjual
atau pedagang batupun secara bisik-bisk juga mengatakan bahwa batu jilatan
yang mereka jual itu ialah belum tentu aseli

namun bagi aku pribadi, alhamdulillah bersyukur, dengan perjuangan dan
petualangan sahabat kaskuser forsup yakni @insomniamania
yang kebetulan bertugas sebagai tenaga konsultan sebuah proyek di Loksado
dialah yang akhirnya berhasil menembus ke tempat keramat Dayak
yang sangat disegani orang Kalimantan Selatan, berhasil melihat sumur tsb
dan diterima baik warga Dayak setempat, bahkan dibantu memilihkan batu
jilatan yang terbaik oleh Kepala Suku Dayak untuk dibawa sebagai oleh-oleh

ketika sampai di Banjarmasin, tatkala sahabat kaskuser bercerita bahwa dia
telah mendapatkan batu jilatan, dirumah temannya itu, sontak Ayah dari
temannya yang ikut mendengarnya berkata “bohong itu, tidak mungkin batu
itu aseli, dari mana kamu bisa dapat itu barang langka”
lalu sahabat kaskuser menjawabnya “Bapak, bagaimana kalau saya dapat ini
ialah dari Muhara Uman”
seketeika ayah temannya itu terdiam dan pucat mukanya dan berkata pelan
“kalau begitu , batu jilatan yang kamu dapat itu ialah yang sebenarnya”

luar biasa memang kharismanya , Balai Rumah Adat Muhara Uman.

 

Petak Malai, Tanah Kayangan Penjerat Jiwa

Posted by amulet | Benda Bertuah | Friday 21 September 2012 5:44 am
Petak Malai Bulu Merindu
(Tana Malai Tolung Lingu Danum Songiang)


tanah petak malai ketika aku terima
masih dibungkus kertas koran

“Hai Petak Malai Bulu Merindu
Tunjukkan Kecantikan dan Kesaktianmu
Pada Setiap Orang Yang Menatapku”


Tanah petak malai setelah aku masukkan dalam tabung steril
terlihat pada tanah tersebut ada butir-butir emas mentah aseli

Berawal pada tahun 2007 , saat itu seseorang temanku datang dan berbincang
bercerita pengalamannya tentang Bulu Perindu, bahwa dia menyatakan
telah mendapatkan keterangan tentang asal muasal Bulu Perindu
yang terdapat di Gunung Bondang

bahwa banyak orang yang berangkat naik ke Gunung Bondang
entah apapun tujuannya, entah apakah ia mencari Bulu Perindu
atau sekedar penasaran saja naik kesana, dan pada akhirnya tidak kembali

kejadian tersebut kemudian menjadikan warning bagi masyarakat
bahwa Gunung Bondang ialah tempat keramat
bahwa tempat keramat itu sangat kuat pengaruh magisnya
dan siapapun yang kesana akan seolah mendengar panggilan-panggilan
panggilan itu seperti hipnotis dan tak kuasa untuk ditolak
dan jika sudah sampai kesana, sangat susah untuk kembali pulang

ada apakah disana..

menurut keterangan masyarakat aseli , Suku Dayak Murung Raya
bahwa di Gunung Bondang terdapat suatu kekuatan misterius
Petak Malai Bulu Merindu

itulah yang menjadi sebab hilangnya banyak orang disana
hilang bukan hilang biasa, tetapi tidak punya keinginan untuk pulang
karena terpikat dan tak mau pergi dari daerah keramat tersebut.

itulah awal mula aku mendengar tentang kehebatan Tanah Petak Malai

kali ini , thread bukan mengangkat masalah bulu perindu atau buluh merindu
akan tetapi ternyata, kedahsyatan tersembunyi disebaliknya ialah

Tanah Keramat Pengasihan Penjerat Jiwa, Petak Malai Tolung Lingu Danum Songiang, Borneo

kisah dahsyat selanjutnya ternyata telah pernah diangkat oleh kaskuser kita
Kaskus Regional Leader Kalteng @TuaGila
http://www.kaskus.co.id/showpost.php…0&postcount=52

kaskus ID : TuaGila
kategori : Kesusasteraan/Bahasa/Dongeng
bentuk karya : Asal Usul Tana Malai Tolung Lingu
sumber : Koleksi Pribadi
keterangan : Cerita Rakyat Masyarakat Kab. Murung Raya, Kalteng

Getah Katilayu

Posted by amulet | Benda Bertuah | Friday 21 September 2012 5:39 am

 

Menyingkap Misteri Supranatural Getah Katilayu



gambar pohon katilayu/klayu

ada suatu benda supranatural , bentuknya seperti getah yang mengeras (mirip kemenyan) berwarna coklat bening. dan memang itu ialah getah yang membatu, atau merah tua kekuningan, Orang Betawi menyebutnya Itilayu  , Orang Jawa menyebutnya Kapilayu/Katilayu/Klayu , namun tenarnya disebut sebagai Katilayu.


getah itilayu

Tahun 2007, ketika itu aku sering menjumpai seorang Ustadz yang menjalankan profesi sampingannya sebagai penjual batu akik. dia menawarkan kepadaku sebuah benda supra , saat itu sebesar butiran beras dan berwarna merah kelam. ini katelayu berasal dari pantai selatan, ada juga yang berasal dari pulau karimun jawa ,bagus buat pelet ujarnya.

rupanya katelayu ini maksudnya bagus buat pelet ikan, karena aku terlalu senang dan salah paham jadilah katelayu itu aku bawa selalu dalam dompetku, dengan niat pelet wanita, namun mengapa tidak terasa benar khasiatnya.. akupun pasrah saja

sampai suatu saat aku kedatangan tamu, Kiyai Kurdi namanya, entah kenapa akhirnya kami berbincang tentang pelet katelayu, rupanya beliau ada informasi bagaimana untuk meramu katelayu sehingga bisa menjadi pelet perempuan itu ternyata harus dicampur dengan salah satu minyak alami tertentu

saat berlalu entah mengapa, aku bahkan bisa dengan mudahnya mendapatkan katelayu yang sudah berbentuk fosil dan sudah diikat menjadi permata cincin

bahkan belakangan seorang sahabatku dari cirebon yakni @Gareng Etnik dan @Jatiraga memberikan hadiah sepotong besar katelayu, padahal aku tahu, sangat langka dan susah untuk mendapatkannya

demikianlah, aku memakai sebuah tabung kecil menjadi kalung, didalamnya sudah berisi ramuan pelet katelayu, saat dimana ada seorang wanita yang kudekati. aku baru kenal saat itu, namun gelagat wanita itu jadinya agak lain.

****…. kisah di censored … biar tidak pada jadi sesat ****

dan memang sebaiknya, katelayu digunakan untuk menang lomba mancing dan memelet ikan saja, ada hadiah besar-besar menanti dan lebih bermanfaat untuk menimbulkan rasa bahagia

 

Next Page »
CyberXpress Wordpress Theme