Rajah

Posted by amulet | Pengertian Amulet atau Jimat | Monday 24 December 2012 5:42 am

Rajah secara harfiyah berarti menjadikan sesuatu itu selaras, cocok, sesuai, harmonis. Sedangkan, secara umum rajah berarti suatu tulisan yang terdiri dari angka-angka dan atau huruf-huruf yang disusun secara sistematis mengikuti kaidah yang telah ditentukan untuk membentuk pofier) yang arbitrer dan melayang-layang bebas tanpa makna orisinal tertentu.la energy yang diinginkan yang dapat digunakan sebagai sarana penyembuhan, perlindungan, keselamatan, kemudahan rizki, dll.

Dalam kosmologi islam klasik, setiap huruf dan abjad berhubungan dengan planet atau obyek astronomis tertentu di alam raya. Huruf bukan semacam “pananda” (signifier) yang arbitrer dan melayang-layang bebas tanpa makna orisinal tertentu, sebagaimana kita kenal dalam filsafat strukturalisme. Huruf juga bukan seperti mantra yang tak memuat beban makna apapun.

Ada dunia atas (al-’alam al-’ulwi) dan dunia bawah (al-’alam al-sufli). Dunia atas, dalam istilah dia, men-supply dunia bawah, wa inna al-’alam al-’ulwi yumiddu al-’alam al-sufli. Huruf-huruf adalah representasi dari dunia atas. Memahami rahasia huruf dan angka akan membawa seseorang untuk memahami “alam lain”. Dengan menguasai rahasia huruf dan angka, seseorang bisa memanipulasi dunia yang tak tampak. Sekilas, ada semacam hubungan yang sifatnya instrumental antara manusia dengan dunia spritual, antara dunia bawah dan dunia atas.

Ilmu wafaq pada prakteknya berhubungan dengan tulis-menulis dan / atau gambar menggambar. Seluruh komponen yang berhubungan dengan hal tersebut akan mempengaruhi pola energy yang akan terbentuk. Komponen-komponen tersebut biasanya terdiri dari:

  •  Jenis pena
  • Jenis tinta
  • Jenis objek penulisan (kertas/logam/kulit dll.)
  • Kalimat/angka/huruf yang dituliskan
  • Cara penulisan (memutar, persegi, matematikal dll)
  • Waktu/saat penulisan dilakukan
  • Arah hadap penulisan
  • Jenis bukhur untuk mengasapi wafaq
  • Serta kemampuan pembuat rajah dalam mengisi dan mengkunci energy kedalam rajah.

Lapisan Kekuatan Rajah

1. Kekuatan formasi huruf & angka penyusunnya.
Sekalipun rajah itu fotocopy, sablon, maupun scan ia tetaplah rajah yg memiliki energi. Energinya dari sirr (rahasia) formasi huruf & angka yg disusun sedemikian rupa oleh para Ahlus Sirr (orang yg mengetahui rahasia, para waliyyullah, orang suci, master rajah).

2. Kekuatan tinta tulisnya.
Tinta penulisan rajah memakai tinta khusus yg seringkali memakai racikan khusus. Racikan terkadang sudah ditentukan tuk masing-masing rajah namun beberapa kalangan memiliki racikan rahasia. Tinta ini sering telah melalui rangkaian proses blessing yg panjang sebelum ia dituliskan. Ada teknik yg cukup rumit dalam blessing tinta (contoh salah satu tekniknya dipendam di tanah lalu di blessing beberapa lama). Pembuktian bahwa ia telah lulus quality control salah satunya bila ia dibawa mengganggu komunitas lebah, pembawa tinta itu tidak akan tersengat lebah. Membawa tinta ini saja dalam saku baju sudah membuat anda memiliki kekuatan tertentu (attract love, money magnet, protection, etc), layaknya membawa jimat / mustika.

3. Kekuatan kalam (pena)
Kalam dalam penulisan rajah ada ketentuannya. salah satunya menggunakan kalam (pena) dari lidi aren yg memiliki ciri tertentu yg diambil (dipetik) di waktu tertentu kemudian kalam tsb dirajah. Ada juga yg memakai media lain yg berasal dari alam. Tetapi banyak yg memakai pena hero (maaf sebut merk biar lebih mudah dipahami saja) untuk alasan kemudahan pemakaian. Pemakaian pena ini tidak memiliki energi tambahan tapi bisa diakali dengan cara pena tsb dirituali terlebih dahulu.

4. Kekuatan waktu pembuatan.
Waktu-waktu tertentu dalam penulisan rajah, termasuk arah menghadap penulisan dan pembacaan qosam (sumpah, mantera pembangkit kekuatannya) mempengaruhi kekuatan sebuah rajah. Dikenal sebagai sa’at falakkiyah (planetary magic). Misalnya pembuatan rajah pengasihan di malam purnama. Ada bantuan empowerment rajah oleh alam (planet, bulan, matahari, dll).

5. Kekuatan akses energi penulis rajah
Rajah mampu menampung energi sangat besar bahkan hingga unlimited. Setelah rajah selesai ditulis, seringkali ada proses blessing terhadap rajah agar memiliki energi lebih kuat.

Untuk sebuah rajah yg memakai semua ketentuan di atas, energinya akan berlapis-lapis. Tentu saja kekuatannya sangatlah besar. Pembuatan rajah yg baik dan benar mencakup semua kategori, memakan waktu yg lama dalam proses pembuatannya. Keistimewaanya antara lain tidak mudah dirusak energinya. Dan untuk rajah fotocopi atau sablon, energinya tidak dapat diharapkan. Kalaupun energinya besar, seringkali itu merupakan energi dari blessing yg dilakukan penjualnya.

Pemanfaatan kekuatan rajah dapat dilakukan melalui setidaknya 3 macam yaitu:

  1. Membawa rajah yang telah ditulis ke media tertentu misalnya kertas, kulit, logam, dll.
  2. Menelan rajah agar pola energi rajah meresap ke dalam badan.
  3. menulis rajah pada badan, umumnya pada punggung agar pola energi rajah menyatu dalam tubuh.

Apakah Amulet / Jimat / Talisman Itu Haram Dan Sirik

Posted by amulet | Pengertian Amulet atau Jimat | Thursday 24 March 2011 4:27 am


Jimat atau azimat dalam bahasa Arab disebut dengan tamimah (penyempurna). Makna tamimah adalah setiap benda yang digantungkan di leher atau selainnya untuk melindungi diri, menolak bala, dan dari bahan apa pun. (Lisanul Arab 12/69).

Orang-orang Arab menyebut jimat sebagai tamimah karena mereka meyakini bahwa benda-benda tersebut dapat menyempurnakan obat dan kesembuhan. Dan setiap orang yang menggantungkan benda-benda tersebut, memiliki pandangan bahwa penjagaan dan penolakan bahaya-bahaya akan sempurna dengannya. Dengan pengertian di atas, dapat diketahui bahwa jimat bukanlah terbatas pada bentuk-bentuk tertentu, bahkan mencakup hal-hal yang sangat banyak dan beragam bentuknya.

Beberapa kalangan mengingkari dan mencela serta mengancam dengan keras terhadap orang yang menggunakan jimat, karena adanya keyakinan orang-orang jahil di dalamnya, berupa perlindungan diri, menggantungkan hati kepada selain Allah, dan melupakan Allah Ta’ala.

Seseorang yang menggunakan jimat dengan tujuan untuk membentengi dirinya dari marabahaya dan meyakini bahwa jimat tersebut dapat memberi manfaat atau menolak bahaya dengan kemampuan yang bersumber dari jimat itu sendiri, maka ia telah terjerumus dalam syirik besar. Hal ini terjadi karena ia telah menjadikan selain Allah sebagai pengatur urusan suatu masalah-yang tidak ada yang mampu melakukannya kecuali Allah SWT. Dengan demikian, ia terjerumus ke dalam syirik besar dalam hal rububiyyah Allah.

Seseorang yang menggunakan jimat dengan tujuan membentengi dirinya dari marabahaya dan meyakini bahwa benda-benda tersebut hanya sebagai sebab tertolaknya suatu bahaya, maka ia telah terjerumus ke dalam syirik kecil. Hal ini disebabkan ketergantungan hatinya kepada benda-benda tersebut dan menjadikannya sebagai sebab tertolaknya bala. Padahal tidak boleh menetapkan suatu sebab kecuali berdasarkan al Qur’an dan Sunnah, atau pun berdasarkan eksperimen dan betul-betul telah terbukti bermanfaat sebagai sebab yang nyata, bukan secara samar. Orang yang menggunakan jimat untuk tolak bala telah menjadikan sebab yang tidak diijinkan secara syar’i maupun melalui eksperimen. Dan tidak pula terbukti secara nyata bahwasanya jimat dapat berfungsi sebagai penolak bala atau pun penyembuh penyakit dan lain-lainnya, melainkan hanya semata-mata keyakinan dari pemakainya. Maksudnya, pemakai jimat tersebut kadang-kadang mendapatkan apa yang ia kehendaki, karena bertepatan dengan takdir dari Allah, sehingga berkeyakinan bahwa benda-benda tersebut dapat terbukti sebagai sebab, padahal pada hakekatnya bukanlah sebagai sebab.

Menggunakan jimat dengan tujuan untuk hiasan adalah haram, karena hal ini menyerupai apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka.” (HR. Ahmad).

Mengamalkan doa-doa, hizib dan memakai azimat pada dasanya tidak lepas dari ikhtiar atau usaha seorang hamba, yang dilakukan dalam bentuk doa kepada Allah SWT. Jadi sebenanya, membaca hizib, dan memakai azimat, tidak lebih sebagai salah satu bentuk doa kepada Allah SWT. Dan Allah SWT sangat menganjurkan seorang hamba untuk berdoa kepada-Nya. Allah SWT berfirman:
اُدْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ

‘Berdoalah kamu, niscya Aku akan mengabulkannya untukmu. (QS al-Mu’min: 60)

Ada beberapa dalil dari hadits Nabi yang menjelaskan kebolehan ini. Di antaranya adalah:
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأشْجَعِي، قَالَ:” كُنَّا نَرْقِيْ فِيْ الجَاهِلِيَّةِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ

Dari Auf bin Malik al-Asja’i, ia meriwayatkan bahwa pada zaman Jahiliyah, kita selalu membuat azimat (dan semacamnya). Lalu kami bertanya kepada Rasulullah, bagaimana pendapatmu (ya Rasul) tentang hal itu. Rasul menjawab, ”Coba tunjukkan azimatmu itu padaku. Membuat azimat tidak apa-apa selama di dalamnya tidak terkandung kesyirikan.” (HR Muslim [4079]).

Dalam At-Thibb an-Nabawi, al-Hafizh al-Dzahabi menyitir sebuah hadits:

Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Apabila salah satu di antara kamu bangun tidur, maka bacalah (bacaan yang artinya) Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah SWT yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya, dari perbuatan jelek yang dilakukan hamba-Nya, dari godaan syetan serta dari kedatangannya padaku. Maka syetan itu tidak akan dapat membahayakan orang tersebut.” Abdullah bin Umar mengajarkan bacaan tersebut kepada anak¬anaknya yang baligh. Sedangkan yang belum baligh, ia menulisnya pada secarik kertas, kemudian digantungkan di lehernya. (At-Thibb an-Nabawi, hal 167).

Dengan demikian, hizib atau azimat dapat dibenarkan dalam agama Islam. Memang ada hadits yang secara tekstual mengindikasikan keharaman meoggunakan azimat, misalnya:
عَنْ عَبْدِ اللهِ قاَلَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ الرُّقًى وَالتَّمَائِمَ وَالتَّوَالَةَ شِرْكٌ

Dari Abdullah, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “’Sesungguhnya hizib, azimat dan pelet, adalah perbuatan syirik.” (HR Ahmad [3385]).

Mengomentari hadits ini, Ibnu Hajar, salah seorang pakar ilmu hadits kenamaan, serta para ulama yang lain mengatakan:

“Keharaman yang terdapat dalam hadits itu, atau hadits yang lain, adalah apabila yang digantungkan itu tidak mengandung Al-Qur’an atau yang semisalnya. Apabila yang digantungkan itu berupa dzikir kepada Allah SWT, maka larangan itu tidak berlaku. Karena hal itu digunakan untuk mengambil barokah serta minta perlindungan dengan Nama Allah SWT, atau dzikir kepada-Nya.” (Faidhul Qadir, juz 6 hal 180-181)

lnilah dasar kebolehan membuat dan menggunakan amalan, hizib serta azimat. Karena itulah para ulama salaf semisal Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyyah juga membuat azimat.

A-Marruzi berkata, ”Seorang perempuan mengadu kepada Abi Abdillah Ahmad bin Hanbal bahwa ia selalu gelisah apabila seorang diri di rumahnya. Kemudian Imam Ahmad bin Hanbal menulis dengan tangannya sendiri, basmalah, surat al-Fatihah dan mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas).” Al-Marrudzi juga menceritakan tentang Abu Abdillah yang menulis untuk orang yang sakit panas, basmalah, bismillah wa billah wa Muthammad Rasulullah, QS. al-Anbiya: 69-70, Allahumma rabbi jibrila dst. Abu Dawud menceritakan, “Saya melihat azimat yang dibungkus kulit di leher anak Abi Abdillah yang masih kecil.” Syaikh Taqiyuddin Ibnu Taimiyah menulis QS Hud: 44 di dahinya orang yang mimisan (keluar darah dati hidungnya), dst.” (Al-Adab asy-Syar’iyyah wal Minah al-Mar’iyyah, juz II hal 307-310)

Namun tidak semua doa-doa dan azimat dapat dibenarkan. Setidaknya, ada tiga ketentuan yang harus diperhatikan.

1. Harus menggunakan Kalam Allah SWT, Sifat Allah, Asma Allah SWT ataupun sabda Rasulullah SAW

2. Menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa lain yang dapat dipahami maknanya.

3. Tertanam keyakinan bahwa ruqyah itu tidak dapat memberi pengaruh apapun, tapi (apa yang diinginkan dapat terwujud) hanya karena takdir Allah SWT. Sedangkan doa dan azimat itu hanya sebagai salah satu sebab saja.” (Al-Ilaj bir-Ruqa minal Kitab was Sunnah, hal 82-83)

Selamat Datang

Selamat Datang Di Website indonesian amulet

DEFINISI amulet /amulét/ adalah jimat, sesuatu yang dipakai untuk melindungi si pemakai terhadap segala macam kejahatan atau gangguan, atau memberdayakan kegunaan tuah ghaib yang terkandung di dalamnya untuk tujuan tertentu.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), jimat adalah benda yang dianggap mengandung kesaktian (dapat menolak penyakit, menyebabkan kebal, dsb). Kepercayaan terhadap jimat merupakan suatu peninggalan kebudayaan dinamisme. Sedangkan kepercayaan dinamisme itu sendiri adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidupnya (KBBI, 1989).

Kepercayaan terhadap jimat dapat dilihat secara nyata pada orang-orang Jawa berupa pusaka-pusaka yang disimpan dan disucikan pada hari-hari agung tertentu. Selain itu jimat juga dapat ditemui pada rumah-rumah di pedesaan sebagai suatu tolak bala. Sebagian orang – orang yang membawa jimat sebagai pegangan dengan kegunaan yang beraneka ragam mulai sebagai perlindungan diri, kekebalan, pengasihan, ilmu kesaktian dan sebagainya.

Bentuk jimat bisa beraneka ragam mulai dari sekedar tulisan mantra/ kutipan ayat suci, padi-padian, bunga kering, batu, rambut, cincin, keris dan benda-benda lainnya yang telah disucikan dalam suatu ritual tertentu. Kepercayaan terhadap jimat juga tidak hanya terbatas dalam budaya Jawa saja, tetapi hampir semua budaya yang ada seluruh pelosok nusantara ini mengenal kepercayaan terhadap jimat.

Jimat, sesuatu benda yang memiliki kekuatan tertentu yang mungkin berasal dari energi alam, dan roh. Banyak orang Timur masih memegang kepercayaan tentang hal ini. Sementara itu sebagian orang Barat mengenalnya sebagai dunia metafisika. Berbicara tentang metafisika tentunya sangatlah abstrak karena persepsi seorang yang satu
dengan yang lain akan sangat berbeda tergantung dengan frame of reference dan field of experience-nya.

Situs ini mengulas tentang amulet/talisman/jimat/ yang beredar di nusantara dan Pusat Konsultasi Paranormal Masalah Percintaan dan Asmara, melayani konsultasi seputar kasus rumah tangga, percintaan, dan permasalahan anak muda sehari hari, meliputi pengasihan, pelarisan usaha serta pagar rumah atau tempat usaha.

Misteri Legenda Pelet

Posted by amulet | Amalan,Amulet,Benda Bertuah,Keris,Khodam,Minyak,Pengertian Amulet atau Jimat | Sunday 20 March 2011 4:07 am

Misteri Legenda Ilmu Pelet

Misteri Istilah PELET itu berasal dari daerah/bahasa mana dan mengapakah istilah PELET yang menjadi populer siapakah yang mempopulerkan istilah itu pertama kalinya lalu istilah PELET dalam bahasa daerah masing-masing apa sajakah


Srikandi Abang iyo lakinira si Arjuna
adegku Togog lungguhku Semar
sira welas sira asih andulu badan sariraku

  1. Pelet itu berasal dari istilah/ bahasa apa?
  2. Di Jawa, ilmu ini disebut pengasihan. Di daerah lain disebut dg istilah apa saja??
  3. Waktu zaman muda pernah belajar ilmu pelet? Dg berapa guru dan pernah melakukan uji coba?
  4. Jika pernah, hasil ujicoba itu sejauhmana tingkat keberhasilannya?.
  5. Jika ilmu tsb sudah anda kuasai, bagaimana jika digunakan untuk membantu orang lain?
  6. Berapa presenntase antara keberhasilan dg kegagalan?
  7. Bagaimana cara menangkal agar Pelet negarif tdk mempengaruhi keluarga kita.
  8. Bagaimana cara mengobati bagi yg sudah telanjur kena?
  9. Jimat apa saja yg biasa digunakan untuk aksesoris pelet (benda alami untuk pelet).
  10. Bagaimana hukum memanfaatkan jimat, dari sisi budaya dan agama?
  11. Banyak orang mengamalkan wirid/doa2 tertentu untuk meningkatkan karisma dirinya. Jika itu ternyata manjur, secara ilmiah bisa diurai?

1.Pelet bukan berasal dari bahasa apa, karena di Jawa Tengah, Pelet berarti motif pada warongko keris.

Sedangkan di Jawa Barat , Pelet itu berasal dari nama seorang tokoh legendaris, ialah Nini Pelet dari gunung Ciremai Cirebon, dan Mbah Buyut Pelet dari Pajajaran.

Jadi istilah Pelet yg bertujuan untuk menarik pujaan hati,
ialah berasal dari istilah ketenaran seorang tokoh yg ilmunya sangat hebat dalam bidang percintaan, yg dalam hal ini ialah tokoh dari Sunda tersebut

2. Di daerah Sumatra Melayu disebut Pekasih .

Di Ranah Minang disebut sebagai Pitunang.
Di Kalimantan Barat disebut Kundang.
Di Kalimantan Timur disebut Pitunduk .
Di Tanah Batak disebut Dorma.

3. Pertama kali belajar Pelet ketika berumur 18 tahun pada tahun 1982, kemudian memperdalam ilmu pelet kepada lebih kurang 50 guru di seluruh daerah di Indonesia, dan melakukan uji coba intens waktu itu selama 2 tahun untuk membuktikan dan meyakini ilmu pelet.

4. Selama uji coba yakni 2 tahun merasa gagal total dan heran, karena merasa sudah mendapat ilmu pelet dari Guru2 yg sangat terkenal dan hebat namun mengapa tidak terbukti. itu awalnya sampai akhirnya menemukan pemahaman tertentu dan pengalaman telak yg membalikkan kenyataan ternyata reaksi ilmu pelet itu memang seolah tak terlihat namun pasti berhasil dan tidak ada yang gagal,
walau tingkat keberhasilannya ada yang full dan ada yang tidak.

5. Cara membantu orang lain ternyata sangat unik, tak hanya sekedar kita doakan dan atau kita berikan ijazah ilmunya,
namun jika tak ingin gagal, maka harus disertai dengan cerita pengalaman kita dan atau tips cara memahami dan menggunakan ilmu tersebut. Disamping kita harus mampu membangkitkan hal yg utama sebagai syarat keberhasilan. ialah semangat positive thinking dari orang yg kita bantu itu.

6. keberhasilan itu 100 persen, kegagalan itu hanya karena menyerah saja dan tidak kuat untuk tetap berusaha.

7. menangkal pelet ialah dengan memakai “penangkal pelet”

Penangkal pelet apapun jenisnya pasti bisa menawarkan pengaruh negatif dari ilmu pelet. kembali lagi disini tergantung orangnya, sabar atau tidak tatkala sedang menghadapi masalah.

8. mengobati bagi yg sudah terlanjur kena ialah dengan ruwatan khusus.

9. Batu Akik Combong, Kayu Yusuf, Ekor cabang dua kadal, Bulu sayap burung pelatuk bawang, bulu bebek kawin, tali ijuk cucuk hidung kerbau, ikan tempel, 7 jenis lumut, mustika kantil, dll.

10. dari sisi budaya jelas diajarkan sebagai “petuah” turun temurun dan hukumnya wajib tahu ilmu tersebut.

Sedangkan dari sisi agama ialah masih terjadi selisih paham yang sangat sensitif, namun yg lebih tersohornya ialah dihukumkan haram.

11. Uraian ilmiahnya saat ini hanyalah terdapat pada suatu perkembangan paham keilmuan Psichology saja yang menjadi suatu ilmu yang disebut sebagai Metaphysica.

Uraian ilmiah lainnya masih belum dapat diterima oleh sebagian besar kalangan Scientist.

Selama ini mungkin anda selalu gagal memanfaatkan jasa ilmu pelet, tapi apakah anda tahu apa itu ilmu pelet? Sedikit gambaran, Pelet adalah kekuatan gelombang batin dari seseorang yang ditujukan pada orang lain yang dikehendaki nya. Biasanya bertujuan untuk urusan asmara. Kadang urusan bisnis dan utang piutang. Orang melancarkan energi batinnya untuk urusan pelet itu ibarat orang menembakkan peluru. Faktor ketepatan nya ditentukan dari banyak hal, diantara nya, kecanggihan dari senjata yang dimanfaatkan, juga faktor dari arah sasarannya,serta angin yang berhembus, sasaran tersebut apakah ia termasuk benda bergerak atau benda diam. Melancarkan ilmu pelet berarti spekulasi atau untung-­untungan. Namun bagi yang berniat sungguh-sungguh, pelet itu dapat dilancarkan berdasarkan teori-teori yang ilmiah.

Ibarat orang menembak, walau senapan yang dimanfaatkan itu tidak terlalu canggih, namun jika ia dapat memilih waktu yang tepat, tempat/posisi yang tepat untuk menembak ( posisi ) sasaran pun mudah terkena. Jatuh deh….klepek klepek kayak burung jatuh dari udara. Begitu anda menembak hati seseorang, jika situasi tepat dan posisi anda memungkinkan, tidak menutup kemungkinan anda pun mudah mendapatkan orang yang anda tuju. Oke?? Jangan asal tembak. Harus lihat situasi dan kondisi.

Mereka yang meyakini aliran kejawen (ilmu jawa),memiliki aturan bahwa melancar kan pelet akan lebih efektif jika dilakukan tepat pada saat-saat naas (saat kelemahan) orang yang dituju. Dengan rumus hari sebagai berikut, tolong diperhatikan jika anda mau menggunakan ilmu pelet, agar timing ( waktu ) nya tepat. Serta mudah menaklukkan pasangan anda.

  • Orang lahir hari ahad lemahnya jum’at
  • Orang lahir hari senin lemahnya sabtu
  • Orang lahir hari selasa lemahnya minggu
  • Orang lahir hari rabu lemahnya senin
  • Orang lahir hari kamis lemahnya selasa
  • Orang lahir hari jumat lemahnya rabu
  • Orang lahir hari sabtu lemahnya kamis.

Pada malam hari naas semisal si NOVA lahir pada hari ahad, malam jum’atnya dibacakan wirid atau mantra aji pengasihan berulang kali, insya allah, kekuatan pelet itu akan masuk secara penuh, terlebih lagi jika yang dipelet itu sudah terlelap dalam tidur dan orang nya tidak pernah / jarang berdoa sebelum tidur. Reaksinya akan lebih cepat.

Menurut orang-orang tua terdahulu, termasuk orang yang mudah terkena serangan pelet adalah orang yang tidur terlalu sore, Apalagi dia tidur jam 4 sore itu lebih cepat kena. Terlebih jika sebelum tidur sore itu ia banyak melamun dan tidak membiasakan diri berdoa kepada sang pencipta. ( jiwa keadaan kalut / kacau / bimbang ). Tidur sore disini maksudnya kurang dari jam 12 malam. Memelet orang itu harus mempertimbangkan pula faktor kufu, atau keseimbangan dalam berbagai hal, apakah hal itu pendidikan, wajah, status sosial ataupun harta serta pergaulan. Banyak hal yang mempengaruhinya. Jika anda serius membina hubungan, sebaiknya Jangan sampai anda suka sembarangan orang,harus pilih-pilih. Oke?

Walau hal tersebut tidaklah mutlak, pelet itu akan mudah bereaksi jika diarahkan pada orang yang secara “RUH” memiliki kesetaraan. Baik itu status maupun faktor lain. Disebabkan, jika pelet itu diarahkan pada orang yang tarafnya diatas yang memelet, maksimal yang timbul hanyalah perasaan iba (simpati) saja, hingga kesan yang dihasilkan hanyalah perasaan antara majikan dengan pembantu. Atau sekedar teman biasa.

Pelet jika dilakukan pada orang yang tidak setarafnya. Sering kali terhalang oleh perasaan alami. Misalnya, anda memelet anak pejabat tinggi. Andaikan toh ia terpengaruh dengan pelet anda, maka rasio yang dimiliki anak pelabat itu akan menolak, dan ia pun segera mengusir perasaan atau getaran yang ia rasakan, padahal dalam hatinya bergejolak. kecuali jika anak pejabat itu sebelumnya sudah ada benih-benih cinta dengan anda. Maka serangan anda akan gol. Tapi jangan terlalu dipikir dulu, buktinya ada yaitu putri kaisar jepang yuang menikah baru-baru ini. Dia menikah dengan orang biasa ( rakyat jelata) hingga akhirnya dia di keluarkan dari keluarga besar kaisar. Semua yang dilakukan adalah demi cinta. Cinta yang suci, tanpa memandang status sosial. Tapi lebih pada cinta suci. Saya berharap semoga orang yang anda tuju adalah orang tipe seperti dimaksud diatas. Kalaupun bukan tidak apa-apa. Jangan putus asa. Pikiran orang bisa berubah sewaktu waktu. Tinggal bagaimana kita mengasah kemampuan kita dalam memilih pilihan yang ada. Kita harus flexible. Jangan kukuh terhadap pendapat anda yang belum tentu benar. Harus menyesuaikan dengan keadaan. Betul?

Sebagian ahli ilmu batin mengata kan,bahwa pelet itu bersifat menyuburkan dan bukan menumbuhkan. Karenanya, seseorang yang sudah ada rasa simpatik, walau itu hanya setitik, maka yang setitik itu menjadi tumbuh subur; dan pelet pun cepat bereaksi. Sebaliknya, jika pelet itu ditujukan pada orang yang derajatnya tidak sama, terlebih lagi tidak saling mengenal, secara teori amatlah sulit, dan jika dipaksa pun ketepatannya bersifat untung-untungan; ibarat anda menembak kelelawar yang sedang terbang liar pada kegelapan malam. Betulkan?? Pasti lebih banyak tidak kena nya. Alias meleset, Perlu dilakukan pendekatan lebih dulu sebelum anda menembak dia. Istilahnya anda perlu mengambil hati nya dulu baru anda memberikan hati anda pada dia. Kalo tiba-tiba anda tembak dia, kayaknya mustahil deh. Jadi perlu pendekatan dulu dan saling mengenal. Dalam mengenal orang anda harus sopan, jangan menunjukkan keagresifan anda. Anda harus sopan,bertutur kata lembut dan tunjukkan wibawa anda. Jangan mengeluarkan kata-kata yang bisa menyinggung perasaan orang lain. Karena nanti efeknya bila dia tersinggung maka dia akan menjauh dari anda dan akhirnya tidak mau lagi. Terpaksa anda harus hunting ( mencari ) lagi.

Seorang juru pelet profesional terkadang menciptakan suatu kondisi tertentu pada seseorang yang hendak dipengaruhi getaran ilmu peletnya.Tentu ada trik-trik atau cara “tertentu yang tidak perlu dijelaskan disini. Yang pasti, Seseorang terutama kaum hawa sebaik nya selalu menjaga perasaan dan pikiran nya agar kondisi tenang, karena ke kisruhan batin akan memperlemah pertahanan tubuh (jiwa) sehingga pengaruh pengaruh luar (termasuk pelet) pun mudah mempengaruhinya.

Adapun orang yang paling rapuh terhadap serangan pelet adalah pelamun, penakut, tidak memiliki banyak kegiatan, kondisi kesepian dan hidup kurang religius ( jauh dengan perintah tuhan ) dan yang paling rapuh adalah perempuan yang mengalami suatu problem rumah tangga terutamanya karena merasa tidak cocok (puas) sejak awal. Ini paling mudah di goncang getaran ilmu pelet.

Banyak kasus terjadi, proses pelet amat mudah bekerja jika pelet itu dilakukan oleh seseorang yang pernah dicintai; sementara yang dituju ilmu pelet tersebut dalam kondisi kacau semisal bekas pacar ketika masih sekolah memiliki kans (kesempatan) yang hesar jika ia mau memelet bekas kekasihnya yang sedang kacau rumah tangganya. Jadi intinya orang yang sudah mengenal sebelumnya biasanya lebih mudah dalam menggaet kekasihnya itu. Oke?

Kasus semacam ini sangat sering ditemui dan yang paling banyak saya tangani. Ini menjadikan pelajaran bagi anda yang sudah berkeluarga untuk tetap menjaga keharmonisan rumah tangga, sehingga orang-­orang yang hobi ber nostalgia itu tidak akan mendapatkan tempat di hati orang yang paling anda cintai. Banyak banyak melakukan komunikasi yang baik dan saling mengerti ( mengalah demi kebaikan ). Janganlah egois dengan pikiran anda sendiri. Ungkapkan segala sesuatu dengan kondisi yang tepat dan gunakan bahasa yang tidak menyinggung perasaan pasangan anda. Harus saling menghargai perasaan pasangan. Jangan protes jika tidak keterlaluan. Anggap saja semua itu anda memperlakukan diri anda sendiri. Oke?

Secara teori, pelet itu akan bereaksi seperti hubungan batin antara seorang hipnotiseur (juru hipnotis) dengan suyet atau orang yang dijadikan sasaran ilmu hipnotisnya. Proses hipnotis lebih mudah terhadap orang yang memberikan peluang untuk dihipnotis. Sedangkan bagi orang yang ada upaya untuk melawan, maka hipnotis akan sulit diterapkan.

Hari Naas
Pemanfaatan pelet yang tepat waktu lebih mudah berhasil, daripada pelet yang dimanfaatkan secara asal-asalan. Dan orang pun memiliki hak untuk menciptakan suasana tertentu untuk mempermudah tujuannya. Ditemukan pula kasus orang jahat memanfaatkan pelet dengan terlebih dahulu menciptakan kegoncangan dalam suatu rumah tangga yang semula tenang. Karena ia yakin, dalam kondisi kisruh, jiwa seseorang lebih mudah dipengaruhi. Orang dapat saja berpedoman pada perhitungan hari-hari naas (sial). Namun yang lebih dapat dipertanggung jawabkan suasana batin seseorang itu lebih bisa menentukan, apakah ia mampu memelet atau mudah dipelet. Namun anda boleh saja berpedoman dengan hari naas dan hari keberuntungan, siapa tahu rumus ini ada benarnya untuk anda. Hari naas diyakini jatuh pada hari ke tiga dan ke tujuh setelah hari kelahiran.\

Sedangkan hari baik adalah hari keempat dari hari kelahiran. Misalnya, anda lahir pada hari ahad, maka hari baik anda adalah hari rabu. Dengan demikian, jika anda ingin memanfaatkan ilmu, gunakanlah hari rabu, sedangkan jika anda tidak mengetahui hari kelahiran dari orang yang dituju, lakukan pada malam jum’at. Karena pada malam itu Allah menjawab doa para hambanya dan sejuta malaikat turun kebumi membawa rahmat kepada manusia. Itu pasti.

Sebagian dari peyakin mistik jawa meyakini, proses pemanfatan ilmu gaib (samar) sangat istimewa jika dilakukan pada hari dimana yang mengerjakan (pelet) jatuh pada hari baiknya, sementara saat itu jatuh hari naas pada yang hendak dipelet. Jadi dilakukan pada hari baik anda dan tepat pada hari naas ( hari apes ) dia.

Mengenal tipe manusia
Keberhasilan pemanfaatan pelet ditentukan dari sasaran yang dituju. Karena ini berkaitan dengan ilmu batin, unsur kejiwaan dan perilaku seseorang sangat mempengaruhi. Termasuk tipe atau jenis dari manusia yang mudah dipelet adalah mereka yang memiliki sifat, sebagai berikut:

1. Pelamun / pengkhayal / imajiner
2. Penakut ( serta kurang percaya diri )
3. Sudah memiliki getaran cinta (walau kecil)
4. Suasana batin sedang kisruh ( banyak masalah )
5. Suka tidur sore ( pemalas )
6. Tidak banyak kegiatan/suka menyendiri/terlalu pendiam.
7. Status sosial yang seimbang dengan yang memelet.
8. Tidak memiliki pertahanan batin yang kuat.
9. Lenjeh ( supel / mudah bergaul / gampangan )

Sedangkan orang-orang yang tidak memiliki sifat sebagaimana tersebut di atas, termasuk orang yang sulit dipelet, atau lebih jelasnya sebagai berikut :

1. Senang beraktivitas yang positif
2. Pemberani/ optimistis
3. Tidak memiliki getaran cinta pada pemelet.
4. Kondisi mental stabil / tenang / bahagia.
5. Tidur malam (prihatin dan sering berdoa)
6. Sibuk dengan suatu kegiatan
7. Status sosial tidak imbang ( elit dan alit )
8. Memiliki pagar gaib (doa,wirid, mantra)
9. Pemalu/pandai menahan perasaan atau gejolak hati.

1. Kumpulan Ilmu Pelet Pengasihan

2. Penawar Pelet

CyberXpress Wordpress Theme